Mata Kuliah : Media Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Drs. H. Fahrul Razi, M.Pd & Firmansyah El-Habas
Nama : Maria Ulfa
NIM : 11811165
Semester/ Kelas : 4D/ D
Prodi : PAI
Bismillahirrahmanirrahim
Saya izin menceritakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya. Dua tahun yang lalu, Akhir semester 3, saat itu lagi sibuk-sibuknya latihan drama bahasa inggris, untuk memenuhi nilai bahasa inggris. Beberapa Minggu kemudian saya mendapat kabar dari keluarga di kampung bahwa ibu saya jatuh dari kamar mandi. Saya langsung bergegas izin ke semua dosen mata kuliah untuk pulang kampung. Alhamdulillah semua dosen respect langsung mengizinkan. Pengalaman yang mengajarkanku keberanian dan kedewasaan, karena pertama kalinya pulang kampung mengendarai motor sendirian. Selama 17 jam perjalanan saya tidak berhenti untuk istirahat makan atau merasa kecapekan mengendarai motor, dalam pikiran harus cepat sampai.
Setelah tiba di rumah saya melihat ibu saya yang dulunya sehat segar menyambut bahagia depan pintu rumah ketika saya pulang kampung. Tapi saat itu, ibu saya terbaring lemah, wajahnya pucat, tidak berbicara sepatah katapun. Saat itu air mata saya tanpa disadari keluar dengan sendirinya. Ibu saya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena kondisi beliau kritis, jadi langsung dibawa ke RS kota Ketapang sekitar 2 jam perjalanan.
Setelah tiba di rumah sakit ibu saya masuk ruangan UGD, beberapa jam kemudian dokter meminta untuk mencarikan darah A+ sebanyak 3 kantong. Saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa berdo'a untuk dimudahkan saudara laki² saya mendapatkannya. Alhamdulillah tidak sampai 2 jam sudah didapatkan. Setelah itu ibu saya dipindah ke ruang rawat inap.
Sambil menjaga Ibu, saya berusaha memenuhi nilai bahasa inggris karena tidak bisa ikut drama, Alhamdulillah pak Sulaiman mau memberikan keringanan untuk mengerjakan tugas online.
Alhamdulillah juga ada orang baik yang mau meminjamkan leptopnya, beliau bernama Titik teman kelas saya. Setelah semua nilai semester 3 keluar. Saya memutuskan untuk cuti kuliah terlebih dahulu. Sedih rasanya tidak bisa membersamai di semester 4, waktu itu teman-teman saya cuma kuliah offline dua pekan setelah itu langsung online, rasa sedikit kesal karena kenapa saya cuti padahal kuliahnya ternyata online. Tapi saya sadar bahwa semuanya sudah skenario dari Allah 'Azza Wa Jalla.
Di ruang rawat inap ternyata ibu saya sekamar dengan ibunya teman saya. Satu kampus tapi tidak pernah ketemu hanya kenal di wa dan akhirnya kami bertemu di rumah sakit. Sekitar 14 hari ibu saya meminta untuk pulang dirawat di rumah saja.
Di rumah keadaan ibu saya semakin memburuk, dokter bilang umur ibu saya tidak sampai sebulan. Sungguh kami tidak terima dengan prediksi tersebut.
Mbak ish beliau tetangga saya menyarankan mencoba obat herbal yaitu kunyit putih, wedang jahe+serai+gula merah, air rebusan daun salam. Kami
menghentikan semua obat dari dokter dan meminumkan obat herbal secara rutin setiap harinya. Sekitar 2 bulan ibu saya mulai membaik, dari dirutinkan dijemur setiap paginya beberapa menit, dilatih untuk berjalan dan Alhamdulillah sampai sekarang beliau sudah sehat walaupun tidak sesehat dulu. Sungguh do'a yang terus diulang-ulang dan bantuan do'a² dari orang lain membuat ibu saya panjang umur Alhamdulillahirrobbil 'alamin semoga selalu disehatkan.
Saya melihat postingan teman saya yang dulu ibunya pernah dirawat sekamar, ternyata ibunya dijemput Allah 'Azza Wa Jalla terlebih dahulu. Adiknya masih kecil masih butuh kasih sayang seorang ibu, tetapi Allah Ta'ala kuatkan, dan mereka sekeluarga orangnya baik ramah sudah saya anggap keluarga sendiri.
Dukungan dari keluarga, teman dan kerabat untuk menyuruh saya melanjutkan kuliah saya jadi kembali semangat lagi kuliahnya. Sampai akhirnya bisa mengikuti kuliah media pembelajaran yang mengajarkan saya yang sebelumnya saya tidak mengetahuinya sama sekali salah satunya blogger ini, saya bisa menyimpan cerita dimasa cuti kuliah saya, mungkin jika tidak mengikuti media pembelajaran ini saya tidak menuliskan cerita di masa kuliah saya, akan hilang saja pengalaman hidup yang mengajarkan saya banyak hal, dari awalnya keberanian, kemandirian, kedewasaan salah satunya biasa dimasakan sarapan sama ibu jadi buatkan sarapan untuk ibu yang lagi sakit waktu itu, kesabaran, ketabahan, ketawakalan. Seneng banget rasanya ibu sehat sampai sekarang.
Setiap cobaan pasti tidak akan melebihi kemampuan hambaNya, kesedihan tidak akan selamanya dan kesenanganpun tidak akan selamanya. Kita jangan lupa bahwa Allah 'Azza Wa Jalla yang mengatur semuanya menciptakan kita untuk beribadah dan mematuhi segala peraturan dan laranganNya, jangan sampai terlena dengan kesenangan di dunia membuat kita lupa tujuan yang sesungguhnya.
Barakallahu fiikum
Jazaakumullah khayr
Komentar
Posting Komentar